• 21

    Mar

    Luka Yang Tertutup Jerami

    Hatiku tergetar melihat poster itu. Poster besar yang terpampang di dekat pasar. Wajah yang terpampang disana memang terlihat ramah. Seketika tubuhku menggigil melihatnya. Rasanya, aku sudah lama menghindari hiruk pikuk dunia perpolitikan di negeri ini. Namun, ketika melihat sesosok wajah itu jiwaku seolah terbangun. Kulayangkan pandang di sekitarku, tak ada hal yang ganjil. Semua baik-baik saja. Orang-orang beraktifitas dengan wajar. Ah, mungkin ini hanya ketakutanku saja. Kulangkahkan kaki secepat mungkin. Rencana berbelanja bahan untuk membuat nasi kuning kesukaan suami pun kuabaikan. Setengah berlari kuhampiri suami yang masih setia menunggu. Dengan napas terengah dan isak tangis aku segera berhambur ke arahnya. Orang-orang yang ada di sekitar kami melihat dengan rasa ingin tahu. Suam
-

Author

Follow Me