• 7

    Jan

    Kehilangan : Rotan, Jangan Menangis...

    Kehilangan. Akan ada fase itu dalam kehidupanmu. Bukan hanya kau, semua orang juga pasti akan merasakannya. Semua Mahluk, akan mengalaminya. Itu adalah hal yang menyakitkan dan menyesakkan. Bahkan untuk mengingat kenangan itu pun kadangkala kita tak mau tahu. Di balik itu semua, Tuhan menyiapkan untuk mengangkat segala sakit yang ada dalam tubuh Masmu. Kakak Ipar yang kau sayangi selayaknya kau menyayangi Kakak Perempuanmu. Tuhan tidak melakukan semua ini tanpa pertimbangan. Baik bagi yang meninggalkan ataupun bagi yang ditinggalkan. Percayalah, ada hikmah di balik semua kenangan pahit itu. Aku tahu kau adalah adik yang kuat. Itulah kenapa kau diberi nama lapang Rotan. Kau, selalu kuat. Bukankah kita juga pernah melewati satu kehilangan yang juga sama -sama menyakitkan? Ya, bukankah kita
  • 14

    Sep

    Desa di Bawah Angin

    Konon kabarnya, ada suatu tempat yang indah dan damai. Tanahnya subur, pepohonan rindang menaunginya, sungai-sungai penuh ikan, laut yang bersih, padi-padi menguning dengan alami. Langitnya masih biru cerah, udaranya pun bersih dan sehat. Disana masih terdengar kicauan burung aneka rupa dan warna. Bunga-bunga mekar dengan gemilang dan indah. Disanalah tempatnya. Di sebuah desa yang damai dan sejuk. Desa di bawah angin, begitu kami menyebutnya. Penduduknya ramah dan jujur. Selalu ada senyuman untuk setiap mereka yang mengunjungi desa ini. Mereka tak takut pada orang asing yang datang. Mereka selalu menghormati setiap tamu yang datang. Mereka juga selalu lapang dada, menerima siapapun yang ingin tinggal disana. Tanpa harus membeli tanah, tanpa harus membayar air. Semuanya ada disana, tak ad
  • 13

    Sep

    Tuhan, Maafkan Kalau Aku Bertatto

    Tuhan, Kau tahu aku sedang apa saat ini? Aku sedih. Ya, sangat sedih sekali. Tadi, ketika selesai sholat aku mendengar celoteh seseorang yang tak sengaja terdengar olehku. Memangnya orang bertatto sholatnya bisa diterima ya? Tentu saja hatiku bergemuruh mendengarnya. Aku memang bukan mahluk yang sempurna. Anggap saja aku adalah mahluk asing yang baru saja mengenal Tuhan. Aku memiliki masa lalu yang begitu kelam. Hitam, sunyi dan tak mengenal agama. Tapi, apakah Tuhan selalu menatap kebelakang tanpa mempertimbangkan apa yang kita lakukan saat ini? Apakah seseorang itu selalu dilihat dari masa lalunya? Ah, jika saja aku tau akan terjadi hal seperti ini, aku tidak akan pernah kembali ke masa depan. Bukan. Bukan Tuhan yang aku maksudkan. Tapi orang-orang yang tak pernah mau mengerti dan memah
-

Author

Follow Me