• 31

    Jul

    Manis, Sederhana dan Ngantuk...

    Lebaran tahun kemaren merupakan lebaran yang spesial bagi saya. Karena itu adalah lebaran pertama kali yang saya jalani bersama suami tercinta. Ya, kami menikah pada bulan sebelas tahun 2011 lalu, jadi pada tahun 2012 merupakan lebaran perdana kami bersama keluarga besar dari kedua belah pihak. Rasanya, deg-degan gitu sih! Sholat Ied merupakan sesuatu yang spesial, dan menjadi lebih lengkap dan indah saat bersama suami. Saking spesialnya, kami tidak bisa memejamkan mata hingga menjelang subuh tiba. Akhirnya saya dan suami memutuskan untuk tidak tidur sekalian, takut kebablas nggak ikut sholat ied kalau tidur. Kami berangkat ke masjid tersekat dengan berjalan kaki. Tentu saja dengan mata yang memerah karena belum tidur. Tahap pertama terlewati dengan mulus dan mulut yang menguap berkali-k
  • 26

    Jul

    Baju Baru dan Godaan Diskon yang Terkutuk

    Setiap menjelang lebaran hampir semua orang berbondong-bondong memenuhi toko dan swalayan hanya untuk membeli beberapa kebutuhan. Mulai dari kue, perlengkapan rumah tangga, sampai baju. Sudah tidak dapat dipungkiri, hal tersebut menjadi hal yang sangat lumrah di kalangan masyarakat. Lebaran selalu identik dengan suasana yang spesial dan harus dirayakan dengan memakai sesuatu yang spesial pula. Entah sejak kapan anggapan salah ini mulai berkembang di kalangan masyarakat kita. Sepertinya tradisi tersebut dimanfaatkan oleh pasar dengan menggelar diskon besar-besaran ketika bulan puasa dan menjelang lebaran. Hampir seluruh toko maupun mall berlomba-lomba mengeluarkan baju-baju modis yang khusus dibuat untuk lebaran. Tak lupa juga diskon-diskon yang seperti setan, siap menjerat kita kapan saja
  • 25

    Jul

    Blusukan ke Desa, Jernihkan Pikiran dan Buang Karat Hati

    Ramadhan kali ini datang lagi, dengan wajah dan suasana yang baru dan tentu saja berbeda dengan ramadhan sebelumnya. Seperti halnya waktu, selalu datang silih berganti dengan cepatnya, namun selalu ada kenangan yang memenuhi sisi ruangnya. Ramadhan, dari dulu selalu diidentikkan dengan puasa, yang merupakan salah satu bagian dari rukun islam. Selain itu, esensi dari ramadhan adalah proses kita menuju kesucian ibaratnya bayi yang terlahir kembali setelah sembilan bulan berada dalam kandungan. Pada hakekatnya, orang yang berpuasa adalah orang yang menahan hawa nafsu dari segala hal yang mengikatnya, seperti makanan, minuman, nafsu birahi, emosi, dan nafsu-nafsu lainnya. Menahan segala nafsu yang mengikat akan membersihkan hati dan pikiran kita dari segala macam hal yang bisa membuatnya berk
  • 24

    Jul

    Membersihkan Diri dari Tamak dan Kikir

    Dulu ketika masih TK, setiap bulan ramadhan kami semua diwajibkan membawa beras 2,5 kg oleh Ibu guru. Biasanya kami membawanya di pertemuan akhir sebelum liburan lebaran. Masih terbayang bagaimana kami yang masih kecil membawa buntalan kresek dengan muatan seberat 2,5 kg. Bagi kami itu adalah hal yang sangat menyenangkan. Sesampainya di sekolah kami meletakkannya dengan rapi di meja besar yang digunakan khusus untuk mengumpulkan beras-beras tersebut. Gambar diambil dari Google Awalnya hal tersebut meninggalkan tanda tanya besar dalam benak kami yang masih kecil. Kenapa kita harus membawa beras itu pada bulan puasa saja? Kenapa tidak setiap hari? Toh, intinya sama. Untuk dibagikan pada mereka yang mebutuhkan. Pikiran tersebut tentu saja terus berkecamuk dalam benak kecil kami. Zakat fitr

Author

Follow Me