Lebaran dan Momok Yang Menghantuinya

23 Jul 2014

Lebaran tahun ini adalah Idul Fitri ketigaku bersama suami. Sudah 2,5 tahun kami menikah. Sama-sama berjuang untuk membina sebuah bahtera rumah tangga. Hingga hitungan usia pernikahan kami ini, Allah belum memberikan amanah berupa buah hati kepada kami. Tapi kami selalu bersabar dan juga terus berusaha dengan cara kami. Idul Fitri dua tahun ini menjadi sangat spesial dengan nuansa yang berbeda. Bersama suami saling melekatkan ragam dan budaya dari keluarga kami masing-masing. Banyak suka duka yang kami lewati bersama.

Lebaran kali ini menjadi momok yang menakutkan bagi kami, khususnya saya pribadi. Ketika mudik ke kampung halaman tentu akan banyak bertemu dengan sanak keluarga. Saya sedikit minder jika harus berkumpul dengan banyak orang. Kalau dulu sebelum menikah, pertanyaan yang menjadi trending topic adalah : kapan kerja? kapan lulus? kapan kawin? Trus pas udah nikah langsung deh jang jadi trending topic adalah : kapan punya anak? koq gak ngisi-ngisi sih? kalah tuh sama si anu? Oke, ini postingannya sedikit semi curhat ya :v

Lebaran memang saat yang tepat untuk saling membuka pintu maaf bagi siapapun. Bagi yang pernah tersakiti maupun yang menyakiti. Segalanya dilebur menjadi sebuah kesucian yang fitrah. Tak ayal lagi, momen ini pasti akan sangat ditunggu-tunggu oleh semua umat muslim di dunia tak terkecuali saya. Namun, rasanya momen lebaran sudah bergeser fungsi sekarang ini. Bukan lagi sebagai ajang untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan. Tapi menjadi ajang pamer harta kekayaan, ajang pamer kesuksesan, dan ajang pamer semuanya. Momen lebaran yang ditunggu banyak orang bisa jadi sangat menyakitkan bagi sebagian yang lain.

Semoga lebaran kali ini tak ada yang tersakiti dengan apapun. Mohon maaf lahir dan batin :)


TAGS Ngablogburit


-

Author

Follow Me