Ngabuburit Asyik Sambil Belajar Sejarah

3 Jul 2014

Beberapa waktu terakhir ini suami seringkali mengajak saya turut serta dalam kegiatan sejarahnya. Entah itu mengunjungi beberapa monumen bersejarah di kota kecil kami. Ataupun sekedar silaturahmi ke beberapa saksi mata perjuangan di masa perang kemerdekaan. Kadangkala, mengunjungi beberapa bangunan kuno yang masih ada sekarang dan mencari ceritanya. Tapi tak jarang pula berburu makam para pejuang ataupun makam orang yang pernah melegenda di masa lampau. Kalau untuk yang terakhir itu biasanya saya menunggu dari jarak yang paling jauh, hehe.

Ngabuburit di Puasa Ke-3, berkunjung ke keluarga pemilik toko panggung Kalisat. Toko yang dibangun sejak tahun 1902

Ngabuburit di Puasa Ke-3, berkunjung ke keluarga pemilik toko panggung Kalisat. Toko yang dibangun sejak tahun 1902

Ini penampakan toko panggung yang kami kunjungi. Tidak pernah direnovasi sejak dibuat. Kuat banget :)

Ini penampakan toko panggung yang kami kunjungi. Tidak pernah direnovasi sejak dibuat. Kuat banget :)

Ngabuburit di ramadhan kali ini setiap harinya kami habiskan dengan bertamasya dari tempat-tempat bersejarah. Entah itu yang menyangkut perang kemerdekaan, agresi militer, cerita rakyat, ataupun sekedar mengunjungi beberapa bangunan dan toko-toko kuno. Biasanya kami mengawalinya sekitar pukul 16.30 WIB dari rumah. Itu kalau jarak tempatnya dekat dan di seputaran kota. Kalau jaraknya jauh dan masuk ke desa-desa, kami biasanya berangkat lepas dzuhur.

Ngabuburit Perdana di bulan puasa ini kami menikmatinya dengan bersih-bersih monumen Pak Bura (salah satu tokoh pejuang di jaman agresi militer)

Ngabuburit Perdana di bulan puasa ini kami menikmatinya dengan bersih-bersih monumen Pak Bura (salah satu tokoh pejuang di jaman agresi militer)

Belajar dan menelusuri sejarah saya pikir akan menjadi hal yang sangat membosankan. Suami saya sepertinya tahu, harus membuat ramuan yang seperti apa. Dia juga mengerti, untuk mengikutsertakan saya dalam kegiatannya tentu butuh waktu dan cara yang tepat. Tapi akhirnya suami punya cara yang tepat. Dengan berjalan-jalan mengisi waktu menunggu berbuka puasa dan diselingi kisah-kisah perjuangan membuat sejarah tak lagi membosankan. Tak hanya saya, beberapa kawan muda yang ikut juga turut serta menikmatinya.

Ngabuburit perdana di awal ramadhan ini saya, suami dan beberapa kawan muda melakukan acara bersih-bersih sebuah monumen perjuangan yang tak terawat. Dalam komplek tersebut juga ada mushola yang sudah lama sekali tidak difungsikan. Atas inisiatif bersama kami melakukan bersih-bersih, pengecatan ulang dan pemasangan plakat dengan beberapa kawan muda dan penduduk setempat.

Pemasangan Plakat di Monumen

Pemasangan Plakat di Monumen

Pemasangan Plakat di tugu

Pemasangan Plakat di Monumen

Ngabuburit asyik sambil belajar sejarah. Hati riang gembira menantikan berbuka puasa. Yuk, ikutan :)

Horeeee :)

Horeeee :)


TAGS ngaBLOGburit asyik sambil belajar sejarah wisata sejarah


-

Author

Follow Me