Tuhan, Maafkan Kalau Aku Bertatto

13 Sep 2013

Tuhan, Kau tahu aku sedang apa saat ini? Aku sedih. Ya, sangat sedih sekali. Tadi, ketika selesai sholat aku mendengar celoteh seseorang yang tak sengaja terdengar olehku. Memangnya orang bertatto sholatnya bisa diterima ya? Tentu saja hatiku bergemuruh mendengarnya. Aku memang bukan mahluk yang sempurna. Anggap saja aku adalah mahluk asing yang baru saja mengenal Tuhan. Aku memiliki masa lalu yang begitu kelam. Hitam, sunyi dan tak mengenal agama. Tapi, apakah Tuhan selalu menatap kebelakang tanpa mempertimbangkan apa yang kita lakukan saat ini? Apakah seseorang itu selalu dilihat dari masa lalunya? Ah, jika saja aku tau akan terjadi hal seperti ini, aku tidak akan pernah kembali ke masa depan. Bukan. Bukan Tuhan yang aku maksudkan. Tapi orang-orang yang tak pernah mau mengerti dan memahami keadaanku. Tentu saja mereka tidak mau mengerti, mereka kan bukan Tuhan.

Perjalanan kelamku di masa lalu meninggalkan ukiran yang tak bisa dihapus. Ya, gambar-gambar pada kulit tubuh yang tak bisa dihapus dengan mudah. Tatto, begitu istilah keren yang sering kudengar. Entah mengapa, orang yang bertatto sudah distereotipekan dengan hal-hal yang buruk. Selalu dianggap jahat, tidak ber-Tuhan, berantakan, urakan dan istilah-istilah lain yang kini menempel padaku. Jujur, aku memang tak tahu dengan semua ini. Kelamnya jalan yang kutempuh membuatku seperti ini. Kalau saja dulu jalan yang kutempuh tak kelam, tentu aku tak kan memilih untuk bertatto. Ah, lebih baik aku berpikir positif tentang semua ini. Mungkin inilah cara yang dipilih Tuhan agar aku kembali pada jalan-Nya.Ya, aku memang harus melalui jalan ini.

Tuhan, apa aku salah ketika menghadap-Mu dalam keadaan bertatto? Rasanya ingin sekali kupotong seluruh tanganku yang penuh dengan gambar-gambar memuakkan ini. Tak apa-apa Tuhan, asalkan semua niat dan ibadahku Kau terima Tuhan. Beri kesempatan bagiku untuk mengecup sorga. Ya, meskipun bertatto, aku juga ingin tinggal di surga-Mu. Apa sudah tidak ada tempat lagi bagi orang-orang bertatto sepertiku Tuhan? Aku yakin, Kau tidak seperti mereka yang dengan mudah menghakimiku. Kaulah yang paling mengerti tentang niat, ucap dan sikapku saat ini. Hanya Kau satu-satunya yang bisa menentukan dan menerima taubatku. Hanya Kau yang berhak untuk melakukan semua itu Tuhan. Dan aku? Aku akan tetap berusaha untuk dekat di jalan-Mu, meskipun aku bertatto. Bahkan kaum minoritas pun masih diberikan anugerah yang luar biasa oleh Tuhan. Bahkan, Tuhan pun masih mau menerima maaf-maaf kami. Iya kan Tuhan? Lantas kenapa mereka memilih intuk mendiskreditkan kami dari segala sisi. Baiklah Tuhan, aku akhiri saja semua kegelisahanku malam ini. Tolong jawab semua risauku ini ya Tuhan. Sekali lagi, maafkan kalau aku bertatto. Seandainya waktu bisa diulang, aku akan memilih tak menorehkan gambar-gambar bangsat ini di kulit tubuhku. Maafkan aku Tuhan…


TAGS #30HariNonstopNgeblog Dblogger Tatto Taubat


-

Author

Follow Me