Kebutuhan atau Keinginan?

12 Sep 2013

Kebutuhan atau keinginan? Dua hal ini sepertinya sudah dianggap sama dan kadang artinya pun bias. Padahal dua hal ini jelas berbeda. Dalam segi arti dan penggunaannya pun berbeda. Kebutuhan adalah sesuatu yang paling kita butuhkan. Sedangkan keinginan adalah sesuatu yang paling kita inginkan. Dari pengertiannya saja hampir sama. Kebutuhan timbul karena adanya beberapa hal yang butuh dipenuhi. Seperti halnya kebutuhan akan sandang, pangan dan papan. Kebutuhan ini sebenarnya lebih ditekankan pada pemenuhan segala hal primer. Kalau sudah masuk kebutuhan sekunder dan tersier itu sudah masuk dalam ranah keinginan. Seringkali saya pribadi pun tak bisa membedakannya.

Sebagai contoh kasus, saya akan menceritakan beberapa ilustrasi agar memudahkan menggambarkannya. Suatu ketika saat sedang berbelanja di pasar dan hendak membeli beberapa kebutuhan pokok. Kebetulan beras, minyak goreng, dan bumbu-bumbu dapur sedang habis. Nah, ketika sedang asyik-asyiknya berkeliling, kebetulan ada salah satu kios yang menjajakan beberapa perlengkapan dapur yang lucu-lucu. Beberapa diantaranya serbet warna kuning, piring keramik bergambar yang lucu-lucu, dan beberapa pernik-pernik dapur yang unik. Tentu saja hati sangat berkehendak untuk membelinya. Apalagi ada beberapa pernak-pernik yang warnanya sesuai dengan kesukaanku, trus harganya murah meriah. Duh, siapa yang tak tergoda dengan rayuan seperti ini. Maka terbelilah beberapa diantara barang-barang tersebut. Bahkan budget untuk membeli kebutuhan pokok yang telah direncanakan tega dikurangi. Hiks.

Dari contoh cerita di atas, yang dimaksud dengan kebutuhan adalah beberapa sembako dan bahan dapur yang memang benar-benar butuh untuk dibeli. Sedangkan pernik dapur yang telah terbeli itu merupakan sebentuk keinginan. Hanya karena bentuknya lucu dan barangnya murmer, padahal di dapur sebenarnya juga masih ada barang-barang serupa. Dengan kualitas yang lebih bagus tentunya. Inilah yang sering terjadi. Kadangkala kebutuhan dan keinginan itu memang bias. Saya sendiri masih sering kebablas memperlakukan keduanya sesuai dengan tempat dan porsinya. Adakalanya saya tak bisa membedakan keduanya. Serupa tapi tak sama. Dan keinginan kadangkala tak mempertimbangkan fungsi dan kualitas. Biasanya lebih ditekankan pada warna, harga, desain dan hal-hal sekunder lainnya. Tapi kebutuhan dan keinginan kadangkala berjalan beriringan, sehingga kita tak bisa membedakannya.

Terlepas dari contoh di atas, sebenarnya ada banyak kisah-kisah serupa di kehidupan ini. Pengalaman adalah guru yang tak tergantikan sepertinya merupakan petuah yang tepat. Dari banyaknya kegagalan yang kita alami, tentu saja ada banyak yang bisa kita ambil hikmahnya. Jadi, jangan takut salah dan gagal. Mari kita belajar untuk mengenali kebutuhan yang benar-benar penting dan menjauhi keinginan yang sekiranya masih bisa kita tunda dulu untuk pemenuhan kebutuhan utama. Pada dasarnya setiap keinginan akan menjadi kebutuhan pada saat dan situasi yang tepat. Semangat… :)


TAGS #30HariNonstopNgeblog Dblogger Kebutuhan atau Keinginan?


-

Author

Follow Me