Ancaman Petaka di Balik Limbah Tambang

10 Sep 2013

Emas adalah salah satu jenis sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Logam mulia satu ini sudah mulai diburu sejak jaman dulu. Selain karena kekuatannya mengendalikan perekonoian dunia, juga mempunyai banyak fungsi. Untuk memperolehnya pun tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak proses yang harus dilewati dan membutuhkan waktu yang tak sebentar.

Logam mulia yang sedang hangat diperbincangkan ini tidak terdapat pada lapisan tanah yang cukup dalam dari permukaan bumi atau permukaan tanah. Bahan tambang jenis ini terletak di permukaan tanah, daerah aliran sungai yang berisi endapan-endapan mineral, bahkan di daerah hilir sungai yang merupakan akhir dari arah aliran air sungai yang mungkin saja menjadi tempat berkumpulnya arah aliran beberapa sungai yang membawa endapan-endapan mineral.

Proses untuk mendapatkan emas yang terletak di permukaan tanah ataupun yang terletak di daerah aliran sungai tidaklah terlalu sulit. Pencariannya hanya mempergunakan alat yang sederhana. Teknik pencarian dan pengolahan limbahnya juga sangat sederhana. Namun, untuk mendapatkan emas yang terdapat di dalam lapisan tanah dengan kedalaman tertentu, pencarian emas perlu dipergunakan alat-alat teknologi dan teknik pencarian yang cukup sulit. Survey lokasi merupakan salah satu kegiatan awal yang diperlukan untuk mengetahui jumlah ketersediaan emas, posisi atau letak emas, dan kedalaman emas dari permukaan tanah. Daerah yang memiliki banyak ketersediaan emas tentu saja harus menjadi sumber pencarian dan pengolahan limbah hasil eksplorasi emas. Daerah-daerah inilah yang kemudian menjadi daerah-daerah tambang emas yang lingkungannya dapat rusak karena adanya kegiatan penambangan.

Kurangnya kesadaran akan bahaya limbah yang ditimbulkan oleh pertambangan jenis ini semakin menambah panjang kisah-kisah tragis pencemaran lingkungan. Tanah-tanah di sekitar lokasi pertambangan menjadi rusak, dengan lubang-lubang bekas tambang yang menganga dan tak terurus. Perusahaan tambang seolah menutup mata terhadap apa yang terjadi. Belum lagi dengan sistem pembuangan limbah di laut dengan dalih penanaman limbah bawah laut. Itu hanya istilah untuk mengalihkan kenyataan. Realitanya, limbah-limbah tersebut memang sengaja dibuang dilaut secara bebas. Akibatnya mencemari ekosistem laut dan sekitarnya. Sebenarnya, bukan hanya dari segi lingkungan saja. Limbah-limbah tersebut juga mendatangkan petaka bagi para nelayan yang selama ini menggantungkan hidupnya dari lautan. Ikan-ikan akan tercemar oleh racun-racun limbah buangan tambang. Belum lagi bahaya merkuri bagi kesehatan, apalagi kalau bahan makanan yang tercemar limbah tersebut dikonsumsi oleh ibu hamil. Kasihan dedek bayinya :’( Merkuri sendiri sangat berbahaya bagi kesehatan. Bisa menimbulkan tumor, pendengaran dan daya ingat berkurang, kerusakan paru-paru dan masih banyak lagi petaka yang lainnya. Miris ya? Masih ingat dengan kasus buyat bukan? Tentu saja itu adalah petaka yang menimbulkan kelalaian dari perusahaan tambang terkait. Ah, kapan negeri ini terbebas dari permasalahan-permasalahan seperti ini?


TAGS #30HariNonstopNgeblog Dblogger Tambang Lingkungan Limbah Tambang


-

Author

Follow Me