[Monolog] Kita Punya Cerita…

29 Aug 2013

Gerimis yang turun sore tadi masih menyisakan sedikit kesejukan. Aroma tanah basah yang bercampur dengan asap perapian dari api unggun yang kau buat senja tadi semakin meronakan pipiku. Ah, melegakan dan romantis. Entahlah, aku begitu bahagia ketika mendapati suasana yang seperti itu. Kala itu, mentari sedang malu-malu dan bersembunyi di balik awan.

Jangan tanyakan lagi bagaimana perasaanku saat ini. Aku bahagia. Ya, bahagia ssekali. Bagiku, segala sesuatu tentangmu adalah sebuah kebahagiaan yang nyata. Aku tahu, kadang keadaan memang tak butuh berkesejatian. Tapi inilah aku. Inilah kita dengan segala kesejatian yang kita ciptakan untuk menikmati hidup. Aku menikmatinya. Kita sama-sama menikmatinya. Lalu, sudah cukupkah ini semua bagi kita?

Cukup, lebih, banyak, sedikit merupakan sebuah ukuran yang diciptakan oleh kapitalisme. Kita tak perlu mengikutinya. Kita tak perlu mengamininya. Toh semuanya kitalah yang menjalaninya. Jadi, mereka tak perlu tahu seperti apa cara kita menikmati hidup. Biar hanya kita sendiri yang tahu.

Apa kabar kita malam ini? Ah, kita menikmatinya dengan keringat yang bercucuran dan mulut yang sesekali terengah karena kepedasan. Ya, malam ini aku memasak spesial untukmu. Dan tentu saja kita nikmati berdua. Indah ya? Sambal terasi pedas, lalapan sayur sawi dan kecipir, tempe goreng, telur goreng, sosis goreng dan sebagai penutupnya kuhadiahkan padamu secangkir kopi. Tahukah kau, semua masakan itu kubuat dengan tulus.

Lantas, ketika semua orang masih saja bertanya tentang kebahagiaan kita? Apalagi yang harus kita jawab? Bukankah semuanya sudah cukup gamblang kita paparkan? Biarlah, mungkin kita memang harus sabar menjawab semuanya. Bagi kami, inilah kebahagiaan. Mungkin cara kami memandang dan menikmati hidup memang berbeda. Tapi, inilah kami. Inilah kita. Inilah aku. Inilah kamu. Kita punya hak sendiri untuk menentukan kebahagiaan ini. Bukankah begitu?Apalagi yang akan kita bagikan? Episode kisah yang mana lagi yang kan kita tuliskan? Episode kisah yang mana lagi yang akan kita nyanyikan?

Aku punya cerita. Begitupun juga denganmu. Semua orang punya cerita. Bahkan alam dan seisinya pun punya cerita. Mungkin ada banyak hal yang tak terangkai namun bisa tetap disuarakan. Entahlah, kita hanya perlu memahaminya dengan nyata. Agar semua bisa merasakan bahagia. Seperti yang selalu kita rasakan setiap saat. Seperti yang selalu Tuhan berikan kepada kita. Ya, aku dan kamu. Jika tak percaya, tanyakan saja pada Tuhan. Aku yakin, Tuhan-lah yang menyiapkan cerita-cerita ini untuk kita…


TAGS #30HariNonstopNgeblog Dblogger Cinta Kita Punya Cerita Monolog


-

Author

Follow Me