Badak Jawa : Sebuah Dongeng Pengantar Tidur Untuk Latifah 4 Juni 2012
Posted by Prit Punya Cerita in Kontes.Tags: Dukung Pelestarian Badak Jawa
trackback
“Dongeng apa yang akan Ibu ceritakan malam ini kepadaku?’, rajuk anakku sembari memeluk guling kesayangannya.
“Ayo, kenakan selimutmu dan bersiaplah mendengarkan cerita Ibu. Cerita tentang badak Jawa yang sekarang ini sudah semakin punah”, jawabku sembari membantu Latifah membetulkan letak selimutnya.
” A’if pengen dengar, ayo ceritakan Bu! Ceritakan padaku”, ujarnya dengan mata yang bersinar-sinar.
“Nama latinnya Rhinoceros sondaicus, tapi secara umum di Indonesia disebut dengan badak Jawa. Anggota keluarga dari Rhinocerotidae, dan merupakan 1 dari 5 spesies badak yang masih ada. Meskipun dinamakan badak Jawa, namun hewan ini tak hanya sebatas ada di seputaran pulau Jawa saja. Namun ada di seluruh nusantara, sepanjang Asia Tenggara, India dan Tiongkok. Dan sekarang, hewan ini termasuk dalam spesies langka dengan jumlah populasi sekitar 50 ekor. Untuk jumlah itu, bisa dikatakan badak Jawa ini hampir punah”, ucapku seraya membelai rambut ikal anakku.
“A’if bingung dengan cerita Ibu. Punah itu apa Bu?”, tanya bidadari kecilku itu dengan polosnya
Ah, aku baru tersadar bahwa sekarang sedang berhadapan dengan bocah kelas 4 SD. Seharusnya, aku memilih kata kata yang mudah dimengerti untuk anak seusianya.
” Punah itu adalah habis. jadi, bisa dikatakan sekarang badak Jawa itu jumlahnya hampir habis. Kalau sudah habis dan mati kita tidak bisa melihatnya lagi. Kita hanya bisa melihat foto foto dan tulangnya di museum, tak bisa melihatnya langsung”, ucapku seraya tersenyum melihat ekspresi ingin tahu yang terpancar dari mata kecilnya yang menyala.
“Kenapa habis Bu? Bukannya badak itu hewan yang bisa melahirkan. Kalau anaknya beranak pinak kan banyak dan nggak bakalan habis? Dimana kita bisa melihat badak jawa secara langsung Bu?” potong A’if dengan cepat.
“Kalau di Indonesia, bisa kita jumpai di Taman Nasional Ujung Kulon. Faktor utama yang menyebabkan berkurangnya jumlah badak adalah perburuan untuk mendapatkan culanya yang digunakan sebagai obat tradisional di Tiongkok. Harganya yang tinggi membuat semua orang berlomba lomba memburunya. Selain itu, karena tempat tinggalnya banyak digantikan dengan lahan lahan pertanian menyebabkan pemulihan dan perkembangbiakan badak Jawa semakin kritis. Jadi, beberapa faktor itu menghambat proses perkembangbiakan badak Jawa. Bahkan ada yang terancam mati karena rentan oleh beberapa penyakit”, jelasku.

“Seperti apa bentuk dan rupa badak Jawa itu Bu? Kenapa banyak yang ingin memburunya?”, tanya A’if
“Badak Jawa adalah hewan yang senang menyendiri dan senang memakan tumbuh tumbuhan. Warna tubuhnya abu abu kehitaman dan memiliki satu cula. Beratnya mencapai 900-2300 kg dengan panjang 2-4 m dan tinggi hampir 1,7 m. Kulit tubuhnya tebal, memiliki lipatan yang membuatnya nampak seperti tameng baja”, jelasku sambil berusaha mendeskripsikannya dengan tangan.
“Waaahhhh, keren ya Bu. Pasti besar sekali. Kasihan sekali kalau binatang sekeren itu nantinya hanya bisa kita lihat tulang dan fotonya saja di museum. A’if pengen lihat langsung Bu. A’if pengen ke Ujung Kulon”, ucapnya dengan penuh semangat.
Ah, kenapa setiap orang dewasa tak pernah mempunyai pemikiran seperti anak anak ya? Hehehe
“Karena itu kita harus selalu dukung pelestarian badak Jawa. Agar nantinya tak hanya sekedar kita lihat di museum saja. Kita harus mencintai lingkungan, agar lingkungan juga mencintai kita. Selain itu, A’if juga harus rajin belajar. Biar nanti juga bisa turut serta melestarikan badak Jawa. Iya sayang, nanti kalau A’if libur sekolah kita ke Ujung Kulon ya. Sekarang bobok dulu, jangan lupa baca doa dulu sebelum tidur”, ucapku sembari mengecup keningnya yang lembut.
Latifah tersenyum puas mendengarkan ceritaku. Menyampaikan sebuah pemahaman tentang kelestarian alam memang diperlukan sejak usia dini, entah itu lewat cerita, lagu, ataupun pendidikan lingkungan untuk anak. Semoga suatu saat nanti putriku benar benar menjadi seorang anak yang peduli pada lingkungan di sekitarnya. Amin…
*****
—–
Catatan :
Sebagai besar data tentang badak Jawa diambil dari sumber :
www.wwf.or.id/cara_anda_membantu/bertindak_sekarang_juga/rhinocare/badakjawa/ dan Wikipedia










Duuh jadi ngantuk..
berasa di dongengin jugaa..
terkadang memang susah juga ya kalo cerita ke anak, harus lebih mengerti dan menggunakan bahasa yang lebih simple dan mudah di cerna anak..
*bingung*
eh..Sukses ya Ngontesnya..
libur ngontes dulu *fokus ke Olive dulu* hihi..
Kalo saya dari kecil ngak pernah di dongengin mama, teh. Soalnya saya tidur, mama saya baru pulang krja. salam buat Latifa pasti dia abis di dongengin langsung mimpiin Mr. Rhino
hehe
OO ini untuk kontes ya, sukses juga deh buat pesertanya dan sukses juga buat penyelenggaranya
keren abiiis….
Senang rasanya bisa mengenalkan Anak akan Alam dan isinya juga memberikan Ilmu agama tentang Yang Maha Esa. Salute dengan cerita diatas.
apakah badak jawa akan punah, hemm ceritakan kisah ini seperti dinosaurus jaman dahulu semoga saja gak sepert itu yah mba, ayo kita dukung pelestarian badak jawa dari kepunahan
Yuk, kita dukung pelestarian badak jawa dengan cara yang kita bisa..
Semoga gak mengalami kisah seperti dinosaurus..
terima kasih ya jay..
Terima kasih juga Mbak, atas apresiasinya
Pengenalan lingkungan sejak dini memang sangat diperlukan ya Mbak
tentu saja dibarengi dengan ilmu agama
Terima kasih…:)
Iya, buat kontes. Terima kasih ya
Saya dulunya juga nggak pernah didongengin koq Dek,hehehe
Makasaih salamnya ya
makanya kalau udah punya anak pingin deh dikasih dongeng sebelum tidur
biar mimpinya indah dan seru
Hehehehhe
Makasih ya Mbak Nchie..
Semoga nilainya Dedek Olive bagus…
Sini Mbak, tak dongengin
tapi dongengnya sambil mimik kopi
biar nggak ngantuk
Iya Mbak, cara kita bercerita kepada anak tentu harus dengan bahasa yang mudah dimengerti.
Pasti dedek Olive sering didongengin ya sama Mbak Nchie?
Makasih ya Mbak…
mendidik anak adalah kewajiban orang tua. Banyak cara yang bisa dilakukan, dan yang paling gampang meresap pada pemikiran anak adalah dengan model dongeng maupun certia sambil memasukkan dan menanamkan berbagai kebaikan-kebaikan dan keshalihan. Sehingga jika dari kecil sudah terbiasa mendapatkan suntikan atas kebaikan, maka akan berpengaruh pada tingkat lanjut menuju kedewasaannya. Pula dengan menanamkan
pada anak bagaimana mencintai alam, bagainmana berperanan terhadap lingkungan.
Sukses untuk kontesnya ya Mbak
Iya. Dongeng tentang Badak Jawa selalu menarik untuk disimak. Andi Kata say hello…
Hello..
terima kasih ya atas kunjungannya
Sebuah apresiasi yang luar biasa
Saya pikirnya juga begitu Pak,
terima kasih banyak Pak Ies
sepertinya metode itu yang paling cepat penyampaiannya pada anak
jangankan pada anak, pada orang2 seusia kita juga lebih nyaman dengan metode2 yang seperti itu
Sukses selalu ya Pak
Salam hangat untuk Keluarga
kesalahan moco crito iki, tak critakne ndek bojoku, lha kok ujung2e libur sekolah.. kiiiik kiiik kiiik…
Wakakakkakakka..
Ayo istrinya diajak liburan sekolah ke jember Om..
Sebuah pelestarian melalui cerita Prit…bagus banget…selamat yach..kayaknya udah pas untuk membuat buku nich…ayo…abang bli duluan…eh…ngemeng-ngemeng…wajahnya tambah gemuk…ehemmmmm udah…ada yach heeee
Bagus Mbak, dikemas dengan tulisan yang lain, sukses ya Mbak..
Percaya deh yang peduli lingkungan, kata Masbro ‘Salam Lestari’ hehe
berbagi kata2 gan,
Seorang pemenang yg sesungguhnya adalah ketika dia mampu melawan amarahnya dgn kesabarannya,dan memaafkan dgn ketulusan.
semoga dapat bermanfaat dan di terima ya, salam kenal